Pengaruh Lingkungan Terhadap Belajar Siswa

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     LATAR BALAKANG

Untuk mencapai prestasi belajar yang baik, banyak faktor yang mempengaruhinya,antaralain; Menurut Merson U. Sungalang faktor tersebut adalah faktor kecerdasan, bakat, minat dan perhatian, motif, cara belajar, sekolah, lingkungan keluarga (dalam Tulus Tu’u, 2004:78). Selain itu masih terdapat faktor penghambat prestasi belajar yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar diri siswa. Faktor dari dalam yaitu  kesehatan, kecerdasan, perhatian, minat  dan bakat. Sedangkan faktor dari luar diri siswa yaitu keluarga, sekolah, disiplin, masyarakat, lingkungan tetangga,  dan aktivitas organisasi (Tulus Tu’u, 2004:83).

Siswa sebagai individu dalam perkembangannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungan di mana siswa itu tinggal atau belajar. Perkembangannya dalam mata pelajaran sekolah sangat dipengaruhi olrh peranguru yang mendidiknya dan lingkungan sekolah di mana ia belajar.

  1. B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar matematika?
  2. Apakah ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar matematika?
  3. Apakah ada pengaruh lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar matematika?

 

  1. C.     TUJUAN

Dalam penelitian ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar matematika.
  2. Mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar matematika.
  3. Mengetahui ada atau tidak adanya lingkungan masyarakat terhadap prestasi belajar matematika.
  4. D.    KALIMAT PERTANYAAN

 

1.Apakah macam macam faktor yang ada dalam lingkungan keluarga yang dapat mempengaruhi belajar siswa?

2.Apakah macam macam faktor yang ada dalam lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi belajar siswa?

3.Apakah macam macam faktor yang ada dalam lingkungan masyarakat yang dapat mempengaruhi belajar siswa?

 

BAB II

ISI

  1. A.        Pengertian Lingkungan Belajar

Lingkungan  menurut  Webster’s  New Collegiate Dictionary diterangkan sebagai “the aggregate of all the external conditions and influences affecting the life and development of an organism atau diartikan sebagai kumpulan segala kondisi dan pengaruh dari luar terhadap kehidupan dan perkembangan suatu organisme” (dalam Hadikusumo, 1996:74).

Lingkungan belajar oleh para  ahli sering disebut sebagai lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan adalah segala kondisi dan pengaruh dari luar terhadap  kegiatan pendidikan (Hadikusumo, 1996:74). Sedangkan lingkungan pendidikan menurut Tirtarahardja dan La Sulo (1994:168) adalah latar tempat berlangsungnya pendidikan.

Berdasarkan pengertian dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud lingkungan belajar adalah tempat berlangsungnya kegiatan belajar yang mendapatkan pengaruh dari luar terhadap keberlangsungan kegiatan tersebut.

  1. B.     Macam-Macam Lingkungan Belajar

Menurut Ki Hajar Dewantara, lingkungan pendidikan mencakup:

1) lingkungan keluarga,

2) lingkungan sekolah, dan

3) lingkungan masyarakat (Munib, 2004:76).

Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan yang akan mempengaruhi manusia secara bervariasi. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut:

  1. 1.      Lingkungan Keluarga

a.  Pengertian Lingkungan Keluarga

Untuk mengadakan pembahasan lebih lanjut tentang sumbangan dan peranan keluarga dalam mempengaruhi proses belajar dan perkembangan anak, maka perlu dikaji pengertian lingkungan keluarga. Pengertian  lingkungan keluarga berasal dari kata lingkungan dan keluarga.

Menurut Webster’s New Collegiate Dictionary (dalam Hadikusumo, 1996:74) pengertian lingkungan adalah kumpulan segala kondisi dan pengaruh dari luar terhadap kehidupan dan perkembangan suatu organisme. Sedangkan pengertian keluarga menurut Tirtarahardja dan La Sulo (1994:173) adalah pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang karena hubungan semenda (hubungan menurut garis ibu) dan sedarah. Keluarga itu dapat berbentuk keluarga inti (nucleus family: ayah, ibu dan anak), ataupun keluarga yang diperluas (disamping inti, ada orang lain: kakek/nenek, adik/ipar, pembantu, dll).

Dari pengertian lingkungan dan keluarga di atas, maka dapat disimpulkan pengertian ligkungan keluarga adalah segala kondisi dan pengaruh dari luar terhadap kehidupan dan perkembangan anggota keluarga.

b.  Faktor-Faktor Keluarga

Menurut Slameto (2003:60-64), siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan. Agar lebih jelas berikut akan penulis berikan sedikit uraian mengenai faktor-faktor keluarga yang mempengaruhi siswa belajar tersebut:

1)  Cara Orang Tua Mendidik

Cara orang tua mendidik anaknya besar  pengaruhnya terhadap belajar anaknya. Orang tua yang kurang/tidak memperhatikan  pendidikan anaknya dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya. Mendidik dengan  cara memanjakan adalah cara mendidik yang tidak baik, karena anak akan berbuat seenaknya saja, Begitu pula mendidik anak dengan cara memperlakukannya terlalu keras adalah cara mendidik yang juga salah.

2)  Relasi Antar anggota Keluarga

Relasi antar anggota keluarga yang terpenting adalah relasi orang tua dengan anaknya. Selain itu relasi anak dengan saudaranya atau dengan anggota keluarga yang lain pun turut mempengaruhi belajar anak. Demi kelancaran belajar serta  keberhasilan anak, perlu diusahakan relasi yang baik di dalam keluarga anak tersebut.

3)  Suasana Rumah

Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian-kajadian yang sering terjadi di dalam keluarga di mana anak berada dan belajar. Suasana rumah yang gaduh/ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan kepada anak yang belajar. Selanjutnya agar anak dapat belajar dengan baik perlulah diciptakan suasana  rumah  yang tenang dan tenteram.

4)  Keadaan Ekonomi Keluarga

Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, meja, kursi, penerangan, alat tulis, buku, dll. Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keliarga mempunyai cukup uang. Jika anak hidup dalam keluarga yang miskin bahkan harus bekerja untuk membantu orang tuanya, akan dapat mengganggu belajarnya. Sebaliknya keluarga yang kaya, orang tua sering mempunyai kecenderungan untuk memanjakan anak, anak hanya bersenang-senang

akibatnya kurang dapat memusatkan perhatiannya kepada belajar.

5) Pengertian Orang Tua

Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua. Bila anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas di rumah. Kadang-kadang anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberi pengertian dan mendorongnya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah.

6)  Latar Belakang Kebudayaan

Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap  anak dalam belajar. Perlu kepada anak ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong semangat anak untuk belajar.

c.  Fungsi Keluarga

Menurut Oqbum fungsi keluarga itu adalah sebagai fungsi kasih sayang, ekonomi,  pendidikan, perlindungan/ penjagaan, rekreasi, status keluarga dan agama (Abu Ahmadi,

1991:108). Sedangkan menurut  Bierstadt (Abu Ahmadi, 1991:109) keluarga berfungsi sebagai:

1)  Menggantikan keluarga

2)  Bersifat membantu

3)  Mengatur dan menguasai impuls-impuls (dorongan) sexuil

4)  Menggerakkan nilai-nilai kebudayaan

5)  Menunjukkan status

Sementara itu Abu Ahmadi (1991:110) sendiri menyebutkan fungsi keluarga adalah memelihara, merawat, dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.

  1. 2.      Lingkungan Sekolah

a.  Pengertian Lingkungan Sekolah

Menurut Tulus Tu’u (2004:1) lingkungan sekolah dipahami sebagai lembaga pendidikan formal, dimana di tempat inilah kegiatan belajar mengajar berlangsung, ilmu pengetahuan diajarkan dan dikembangkan kepada anak didik. Sedangkan menurut Gerakan  Disiplin Nasional (GDN) lingkungan sekolah diartikan sebagai lingkungan dimana para siswa dibiasakan dengan nilai-nilai tata tertib sekolah dan nilai-nilai kegiatan pembelajaran berbagai bidang studi yang dapat meresap ke dalam kesadaran hati nuraninya (Tulus Tu’u, 2004:11). Berdasarkan 2 (dua) definisi tentang lingkungan sekolah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana kegiatan belajar mengajar berlangsung yang para siswanya dibiasakan dengan nilai-nilai tata tertib sekolah dan nilai-nilai kegiatan pembelajaran berbagai bidang studi.

 b. Faktor Sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah (Slameto, 2003:64-69).

Untuk lebih jelasnya faktor-faktor tersebut akan dibahas sebagai berikut:

1)      Metode Mengajar

Metode mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui di dalam mengajar.

Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Guru perlu mencoba metode-metode mengajar yang baru, yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

2)  Kurikulum

Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap belajar. Kurikulum yang tidak baik itu misalnya kurikulum yang terlalu padat, di atas kemampuan siswa, tidak sesuai dengan bakat, minat dan perhatian siswa.

3)  Relasi Guru dengan Siswa

Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa. Cara belajar siswa juga dipengaruhi oleh relasinya dengan gurunya. Di dalam relasi guru dengan siswa yang baik, maka siswa akan berusaha mempelajari mata pelajaran yang diberikannya dengan baik.

4)  Relasi Siswa dengan Siswa

Siswa yang mempunyai sifat atau tingkah laku yang kurang menyenangkan, akan diasingkan dari kelompoknya. Akibatnya anak  akan menjadi malas untuk masuk sekolah karena di sekolah mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman-temannya.

5)  Disiplin Sekolah

Kedisiplinan erat hubungannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan juga  dalam belajar. Agar siswa disiplin haruslah guru beserta  staf yang lain disiplin pula, karena dapat memberi pengaruh yang positif terhadap belajarnya.

6)  Alat Pelajaran

Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa. Tetapi kebanyakan sekolah masih kurang memiliki media dalam jumlah maupun kualitasnya.

7)  Waktu Sekolah

Waktu sekolah dapat terjadi pada pagi hari, siang, sore/malam hari. Tetapi waktu yang baik untuk sekolah adalah pada pagi hari dimana pikiran masih segar, jasmani dalam kondisi yang baik sehingga siswa akan mudah berkonsentrasi pada pelajaran.

 

 

8)  Standar Pelajaran di Atas Ukuran

Guru berpendirian untuk mempertahankan wibawanya, perlu memberi pelajaran di atas ukuran standar. Padahal guru dalam menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan kemampuan siswa.

9)  Keadaan Gedung

Dengan jumlah siswa yang banyak serta bervariasi karakteristik mereka masing-masing menuntut keadaan gedung dewasa ini harus memadai di dalam setiap kelas.

10) Metode Belajar

Siswa perlu belajar teratur setiap hari, dengan pembagian waktu yang baik, memilih cara belajar yang tepat dan cukup istirahat akan meningkatkan hasil belajarnya.

11) Tugas Rumah

Kegiatan anak di rumah bukan hanya untuk belajar, melainkan juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain.Maka diharapkan guru jangan  terlalu banyak memberi tugas yang harus dikerjakan di rumah.

c.  Fungsi Sekolah

Menurut Muri Yusuf (1986:33), fungsi sekolah ialah yang pertama membantu keluarga dalam pendidikan anak-anaknya di sekolah. Sekolah, guru dan tenaga pendidik lainnya melalui wewenang hukum yang dimilikinya berusaha melaksanakan tugas yang kedua yaitu memberikan pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap secara lengkap sesuai pula dengan apa yamg dibutuhkan oleh anak-anak dari keluarga yang berbeda.

Sedangkan menurut Nasution (2004:14), fungsi sekolah antara lain sebagai berikut:

1)  Sekolah mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan.

2)  Sekolah memberikan keterampilan dasar.

3)  Sekolah membuka kesempatan memperbaiki nasib.

4)  Sekolah menyediakan tenaga pembangunan.

5)  Sekolah membantu memecahkan masalah-masalah sosial.

6)  Sekolah menstranmisi kebudayaan.

7)  Sekolah membentuk manusia yang sosial.

8)  Sekolah merupakan alat mentransformasi kebudayaan.

 

  1. 3.      Lingkungan Masyarakat

a.  Pengertian Lingkungan Masyarakat

Soemardjan dan Soemardi mengatakan bahwa lingkungan masyarakat adalah  tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan (Ari Gunawan, 2004:4). Sedangkan menurut  Muri Yusuf (1986:34) lingkungan masyarakat adalah merupakan lingkungan ketiga dalam proses pembentukan kepribadian anak-anak sesuai keberadaannya.

Berdasarkan definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan masyarakat adalah tempat orang-orang hidup bersama yang  berpengaruh besar terhadap perkembangan pribadi anak-anak (siswa).

b.  Faktor Masyarakat

Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. Pengaruh-pengaruh itu antara lain sebagai berikut:

1)  Kegiatan Siswa dalam Masyarakat

Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan terhadap perkembangan pribadinya. Tetapi siswa perlu membatasi kegiatan masyarakat yang diikutinya, kalau perlu memilih kegiatan yang mendukung belajarnya.

2)  Mass Media

Yang termasuk dalam mass media adalah radio, TV, surat kabar, buku-buku, dll. Semuanya itu ada dan beredar dalam masyarakat. Mass media memberi pengaruh yang baik terhadap siswa dan juga terhadap belajarnya. Sebaliknya mass media yang jelek juga berpengaruh jelek terhadap siswa.

 

 

3)  Teman Bergaul

Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwanya daripada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga teman bergaul yang jelek pasti mempengaruhi yang bersifat buruk juga.

4)  Bentuk Kehidupan Masyarakat

Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, penjudi dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik, akan berpengaruh jelek kepada anak (siswa) yang berada di situ. Sebaliknya jika lingkungan anak adalah orang-orang yang terpelajar yang baik-baik mereka mendidik dan menyekolahkan anaknya akan membawa                                                                                                                            pengaruh yang baik bagi siswa. Pengaruh itu akan mendorong siswa untuk belajar lebih giat lagi. (Slameto, 2003:70)

c.  Peranan Masyarakat dalam Pendidikan

Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan sebenarnya masih belu jelas, tidak sejelas tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga dan di lingkungan sekolah. Hai ini disebabkan faktor waktu, hubungan, sifat dan isi pergaulan yang terjadi di dalam masyarakat. Waktu pergaulan terbatas, hubungannya hanya pada waktu-waktu tertentu, sifat pergaulannya bebas, dan isinya sangat kompleks dan beraneka ragam. Meskipun demikian, masyarakat mempunyai peran yang besar dalam pelaksanaan  pendidikan nasional.

Peran masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, ikut menyelenggarakan pendidikan  nonpemerintah (swasta), membantu pengadaan tenaga, biaya, sarana dan prasarana, menyediakan lapangan kerja, membantu pengembangan profesi baik secara langsung maupun tidak langsung (Fuad Ihsan, 1997:59)

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Macam-macam Pengaruh lingkungan terhadap lingkungan belajar ada 3:

1.Lingkungan Keluarga

Menurut Slameto( 2003:60-64) siswa yang belajar akn menerima Pengaruh dari keluarga misal:

1.Cara dari orang tua itu mendidik anaknya

2.Kelancaran relasi antar anggota keluarga

3.Suasana rumah nyaman atau mendukung untuk belajar atau tidak

4.Kedaan ekonomi keluarga misal; terpenuhi atau tidak semua fasilitas untuk belajar

5.Pengertian dari orang tua itu sendiri

6.Latar belakang kebudanyaan

2.Lingkungan Sekolah

Menurut Slameto(2003:64-69) ada faktor-faktor sekolah yang mempengaruhi belajar siswa

1.Metode mengajar

2.kurikulum yang di berikan oleh sekolah

3.pelajaran dan waktu sekolah

4.diplin sekolah atau aturan yang diberikan oleh sekolah

5.Relasi dengan guru dan siswa

6.Standar pelajaran

7.keadaan gedung sekolah mendukung apa tidak

8.Metode belajar dan tugas rumah

9.Alat pembelajan,lengkap apa tidak

 

 

3.Lingkungan Masyarakat

Pengaruh pengaruh yang ditimbulkan oleh masyarakat terhadap pengaruh belajar siswa adalah:

1.Kegiatan siswa dalam masysrakat,missal; ikut suatu organisasi,dll

2.Mass media

3.Teman bergaul

4.Bentuk kehidupan dalam mayarakat

Saran

  • Sikap guru yang ramah dan peduli terhadap permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan juga hubungan murid dengan murid yang harmonis hal tersebut ditunjukkan tidak adanya siswa bergaul secara berkelompok itu akan membuat siswa semangat dalam belajar. Lalu apabila dilihat dari kondisi bangunan dan ruang kelas yang nyaman turut mendukung perubahan yang positif terhadap prestasi siswa, terakhir adalah kelengkapan sarana dan prasarana dimana adanya laboratorium dan perpustakaan yang cukup memadai.Implikasi dari kondisi tersebut perlu ditingkatkan melalui perbaikan metode pembelajaran, menambah bahan bacaan bagi guru dan siswa, menggunakan alat peraga agar siswa memahami dan mengerti, perlunya koreksi atau evaluasi atas kesesuaian bahan pelajaran jangan hanya mengandalkan pengalaman serta penyesuaian waktu penyelenggaraan pembelajaran. Hal lain sekolah perlu adanya pembenahan dan pembinaan terhadap pergaulan siswa dengan cara merotasi tempat duduk siswa atau dalam setiap bulan dilakukan penukaran/perpindahan tempat duduk siswa. Dan disarankan agar lebih memotivasi siswa agar tetap giat belajar.
  • Misal dalam lingkungan keluarga orang tua harus benar benar memperhatikan pendidikan seorang anak kerena akan berpengaruh terhadap psykologi seorang pertumbuhan seoarng anak,dan juga orang tua tidak harus memanjakan anaknya,orang tua boleh memanjakan anaknya tetapi dengan suatu trik tertentu missal;apabila sang anak mendapatkan nilai yang bagus maka akan diberi hadiah.Antara orang tua dan anak harus ada sustu komunikasi yang lancar apabila ada kesulitan atau masalah harus serera dibicarakan karena itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar siswa.

http://www.scribd.com/doc/53272575/Pengaruh-Lingkungan-Terhadap-Belajar-Siswa#fullscreen:off

 

About arddiiantt

simple person

Posted on January 12, 2012, in kuliah matematikaku and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: