LAPORAN WAWANCARA MTsN 1 GEMOLONG INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Saat ini, di kalangan guru, senantiasa berdengung istilah pembelajaran inovatif. Di mana-mana, inovatif menjadi barang yang diburu guru untuk diketahui, dipelajari, dan dipraktikkan di kelas. Seolah-olah, tanpa inovatif, dunia guru tidak harum namanya. Pembelajaran inovatif yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar.

Pembelajaran inovatif tersebut, tampak di dalamnya terkandung makna pembaharuan. Gagasan pembaharuan muncul sebagai akibat seseorang merasakan adanya anomali atau krisis pada paradigma yang dianutnya dalam memecahkan masalah belajar. Oleh sebab itu, dibutuhkan paradigma baru yang diyakini mampu memecahkan masalah tersebut. Perubahan paradigma seyogyanya diakomodasi oleh semua manusia, karena manusia sebagai individu adalah makhluk kreatif. Namun, perubahan sering dianggap sebagai pengganggu kenyamanan diri,karena pada hakikatnya seseorang secara alamiah lebih mudah terjangkit virus rutinitas.

Padahal, di dalam pendidikan, banyak kalangan mengakui bahwa pekerjaan rutin cenderung tidak merangsang, membuat pendidikan ketinggalan zaman, dan akan mengancam eksistensi negara dalam perjuangan dan persaingan hidup. Rutinitas kinerja dapat bersumber dari beberapa faktor yang dianggap menghambat inovasi. Faktor-faktor yang dapat dikategorikan sebagai penghambat inovasi, adalah: keunggulan inovasi relatif sulit untuk dijelaskan dan dibuktikan, sering dianggap time dan cost consumming, pelaksanaan cenderung partial dan pemahaman bagi para praktisi terhadap inovasi. Inovasi pembelajaran muncul dari perubahan paradigma pembelajaran. Perubahan paradigma pembelajaran berawal dari hasil refleksi terhadap eksistensi paradigma lama yang mengalami anomali menuju paradigma baru yang dihipotesiskan mampu memecahkan masalah.

Sebenarnya, pembelajaran inovatif itu apa? Inovatif yang berarti new ideas or techniques, merupakan kata sifat dari inovasi yang berarti pembaharuan. Pembelajaran, merupakan terjemahan dari learning yang artinya belajar, atau pembelajaran. Jadi, pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar.
 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Mekanisme/Langkah-Langkah

Pembelajaran disebut efektif bila dapat memfasilitasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan. Untuk itu pengajar perlu menyusun strategi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mampu membuatnya mencapai kompetensi yang di tentukan dalam tujuan pembelajaran.

Metode yang digunakan dalam Inovasi Pembelajaran disini Student Teams Achievement Divisions (STAD):

  1. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil ( 4-6 orang ) campuran menurut prestasi, jenis kelamin dan lain-lain
  2. Guru mengajarkan materi
  3. Guru memberi tugas kelompok yang dikerjakan anggota kelompok

Anggota yang sudah faham menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semuanya mengerti

  1. Guru memberikan pertanyaan kepada seluruh siswa ( individual ) saat menjawab tidak boleh saling membantu
  2. Memberikan evaluasi
  3. Kesimpulan
    1. Latar belakang masalah
    2. Mengajarkan siswa berdiskusi
    3. Mengajarkan siswa bagaimana usaha mengetahui cara mentransfer ilmu pengetahuan kepada orang lain
    4. Guru menyadari memiliki kelemahan, mungkin ada siswa yang lebih mudah mengerti saat dijelaskan temannya dari pada oleh guru
    5. Menjalin kerjasama/kekompakan dalam kelompok
    6. Mengajak siswa berdiskusi antar sesama
      1. Hasil Pelaksanaan Pembelajaran yang inovatif di MTsN 1 Gemolong
    7. Terdapat siswa yang faham menjadi lebih faham dan berani berbicara untuk menjelaskan pendapat/jawaban tugas guru (soal-soal)
    8. Terdapat siswa yang semula belum faham menjadi lebih faham terhadap materi, terbukti ketika diberi soal setiap siswa dapat mengerjakannya
    9. Guru merasa sangat terbantu oleh siswa dalam rangka memahamkan siswa-siswa yang merasa kesulitan menerima penjelasan guru

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Menurut hasil wawancara dengan guru matematika di MTsN 1 Gemolong dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pembelajaran matematika yang inovtif adalah pembelajaran yang menyenangkan dalam matematika, dengan menggunakan media yang bersifat konkrit dalam kehidupan sehari-sehari untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Dilaksanakannya pembelajaran yang inovatif bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami materi.
  3. Hasil pelaksanaan dari pembelajaran yang inovatif adalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa terhadap pembelajaran matematika.
  4. SARAN
    1. Sebagai seorang guru harus kreatif dalam membuat dan memilih strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran.
    2. Sebagai seorang guru harus dapat meningkatkan komunikasi pada peserta didik  dalam setiap pembelajaran matematika.

About arddiiantt

simple person

Posted on January 14, 2012, in kuliah matematikaku and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. aku nuryadi kelas 7c,minta bantuan agar dibebaskan dr biaya sekolah,karena aku dr keluarga tdk mampu. trimakasih

  2. maaf,,saya tidak kenal anda,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: